Rabu, 20 Mei 2009

What You See Is What You Get

WYSIWYG menunjukkan sebuah antarmuka pengguna yang memungkinkan pengguna untuk melihat sesuatu yang sangat mirip dengan hasil akhir sementara dokumen yang sedang dibuat. Secara umum WYSIWYG berarti kemampuan untuk secara langsung memanipulasi layout dari dokumen tanpa harus ketik atau ingat nama layout perintah. Arti yang sebenarnya tergantung pada pengguna dari perspektif, misalnya

* Dalam presentasi program, Compound dokumen dan halaman web, WYSIWYG berarti tepat mewakili layar tampilan pada halaman ditampilkan kepada pengguna akhir, tetapi tidak selalu mencerminkan bagaimana halaman akan dicetak, kecuali printer khususnya cocok untuk mengedit program karena itu dengan Xerox Star dan versi awal dari Apple Macintosh.
* Dalam Kata Pengolahan dan Penerbitan Desktop aplikasi, WYSIWYG berarti tampilan layar simulates dan tepat mewakili efek font dan jeda baris pada akhir pemberian nomor pd halaman buku tertentu menggunakan konfigurasi printer, sehingga sebuah surat di halaman 1 dari 500 halaman dokumen dapat akurat lihat referensi tiga ratus halaman nanti. [3]
* WYSIWYG juga menjelaskan cara untuk memanipulasi model 3D dalam Stereochemistry, Computer dibantu desain, komputer grafis 3D dan merupakan merek dari Cast Software pencahayaan dari desain alat yang digunakan dalam industri teater untuk pra-visualisasi yang menunjukkan.

Modern perangkat lunak yang tidak baik tugas mengoptimalkan tampilan layar tertentu untuk jenis output. Sebagai contoh, sebuah pengolah kata dioptimalkan untuk output ke printer yang khas. Perangkat lunak sering emulates resolusi printer untuk mendapatkan sedekat mungkin ke WYSIWYG. Namun, itu bukan merupakan daya tarik utama dari WYSIWYG, yaitu kemampuan pengguna untuk dapat membayangkan apa yang dia produksi.

Dalam banyak situasi, perbedaan yang halus antara apa yang anda lihat dan apa yang Anda dapatkan adalah tidak penting. Bahkan, beberapa aplikasi dapat menawarkan WYSIWYG mode dengan berbagai tingkatan "realisme", yaitu:

* J komposisi mode, di mana pengguna melihat sesuatu yang mirip dengan hasil akhirnya, namun dengan informasi tambahan yang berguna ketika menyusun, seperti bagian istirahat dan non-cetak karakter, dan menggunakan tata letak yang lebih kondusif untuk menyusun tata letak dari ke.
* J Layout mode, di mana pengguna melihat sesuatu yang sangat mirip dengan hasil akhirnya, tetapi dengan beberapa tambahan informasi bermanfaat dalam memastikan bahwa unsur-unsur yang benar dan berpihak spaced, seperti margin baris.
* Pratinjau mode, di mana aplikasi yang mencoba untuk hadir sebagai representasi yang dekat dengan hasil akhir mungkin.

Aplikasi Mei sengaja menyimpang atau menawarkan alternatif menyusun layout dari WYSIWYG karena overhead atau preferensi pengguna untuk memasukkan perintah atau kode secara langsung.

disadur dari http://en.wikipedia.org/WYSIWYG

Konsep E-Learning

Internet berkembang menjadi saluran distribusi global utama masyarakat di dunia maya. Pada jaman yang sudah berkembang inilah kualitas pendidikan pun harus selalu meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan tututan hidup. Dampak yang sangat terasa adalah mahalnya biaya pendidikan lanjut di tingkat perguruan tinggi dan susahnya menjadi seorang mahasiswa di perguruan favorit. Maka dari itu, kita harus meembangkan tekhnologi, khususnya tekhnologi internet yang bisa menjangkaui siapa saja yang ada di Indonesia. Dengan memanfaatkan internet, kita bisa membangun sebuah jaringan yang nantinya bisa berguna untuk pendidikan yang biasa disebut e-learning.

Struktur dan infrastruktur yang dibutuhkan ketika membangun sebuah jaringan e-learning

adalah :

Infrastrukturnya

Internet: jaringan global di dunia.

Intranet: jaringan milik perusahaan atau organisasi serta sebuah kampus yang menggunakan teknologi Internet, seperti protokol Internet, browser Web, dsb.

Extranet: jaringan melalui Internet yang menghubungkan beberapa intranet.

· Penunjang e-learning adalah sebagai berikut :

SDM (Para pengguna dari e-learning).

Peraturan/perundangan publik (copy and paste not allowed).

Materi - materi pembelajaran yang akan diberikan.

Tekhnologi yang digunakan (video conference , articel).

Cara yang paling mudah untuk membangun jaringan e-learning adalah melalui blog. Disini kita bisa menulis artikel yang berhubungan dengan pembelajaran yang sedang kita dalami untuk dipelajari oleh orang lain. Dan juga kita bisa menyalurkan berbagai aspirasi publik untuk meningkatkan kualitas diri agar pembuatang blog e-learning dapat lebih baik dari yang semestinya. Ada juga cara lain yang sedang dikambangkan di sebuah universitas di Indonesia dengan menggunakan video conference ketika perkuliahan sedang berlangsung. Dengan memnfaatkan jaringan internet dan bermodalkan sebuah webcam di laptop atau kantor, kita bisa berinteraksi dengan dosen yang mengajar walaupun terpisahkan jarak dan kepentingan. Hal ini sangat menarik, karena disaat kita tidak bisa melakukan perkuliahan ketika ita disibukkan dengan pekerjaan atau hal lainnya kita bisa tetap mengikuti perkuliahan sebagaimana mestinya.

Di seluruh dunia industri e-learning diperkirakan akan bernilai lebih dari tiga puluh delapan (38) miliar euro menurut perkiraan konservatif, walaupun dalam Uni Eropa hanya sekitar 20% dari e-learning produk yang dihasilkan di pasar umum. Perkembangan internet dan teknologi multimedia adalah dasar enabler e-learning, dengan konten, teknologi dan layanan dikenali sebagai tiga sektor utama dari e-learning industri. E-learning adalah tempat untuk segala macam istilah yang meliputi berbagai instruksional dari materi yang dapat disampaikan pada CD-ROM atau DVD, melalui jaringan area lokal (LAN), atau di Internet. (menurut http://en.wikipedia.org/wiki/E-learning)

Metode pembelajaran e-learning sangat murah dan terjangkau. Karena e-learning ini sendiri menggunakan fasilitas yang kiranya sudah umum tersedia di lingkungan sekitar kampus. Namun, metode pembelajaran ini terkadang bisa menjadi bumerang buat kita karena bisa saja mahasiswa yang seharusnya bisa mengikuti perkuliahan seperti biasa tidak hadir di perkuliahan karena alasan yang tidak wajar. Baik tidaknya e-learning ini bisa kita cermati dengan akal sehat dan jiwa yang tenang serta semoga metode pembelajaran e-learning bisa berguna untuk kita semua. Amin.